Tiga Tafsir “103 Inovasi Indonesia”
Judul : 103 Inovasi Indonesia / 103 Indonesia’s Innovations
Penerbit : Business Innovations Center (BIC)
Tahun : Edisi I, 2011
ISBN : 978-602-95290-2-9
MajalahInovasi.com – In
ovasi tidak melulu identik dengan “barang baru”. Betul bahwa ide, barang, dan manfaat baru merupakan inovasi. Tapi tidak selamanya begitu. Karena bisa jadi barangnya sudah lama, tapi cara perlakuannya baru, sehingga mendatangkan manfaat baru. Atau idenya ide lama, tapi dikombinasikan dengan ide lain, sehingga ada penambahan manfaat. Dua yang terakhir, tentu juga merupakan inovasi.
Buku ini berisi kombinasi kejadian di atas. Ada 8 kategori inovasi di buku ini, yaitu pangan, energi, transportasi, TIK, Hankam, sehat obat, material maju, dan kategori lain-lain. Semuanya ditautkan dengan benang merah “penciptaan nilai”. Ada nilai tambah yang ditawarkan dari tiap inovasi. Ya, penciptaan nilai, inilah tafsir pertama dari buku ini.
Terdapat 103 inovasi dalam buku ini. Semuanya merupakan hasil seleksi dari 2028 proposal penelitian. Proses seleksinya melibatkan 31 juri dari kalangan wiraswasta dan eksekutif puncak perusahaan di berbagai sektor industri. Buku ini diterbitkan oleh Business Inovation Center (BIC) dan didukung penuh oleh Kemenristek RI. Kehadiran buku ini seperti ingin menegaskan bahwa ada usaha yang serius untuk menciptakan sinergi triple-helix (akademisi-bisnis-government). Itulah tafsir kedua dari buku ini.
Melalui buku ini, ada harapan-harapan masyarakat yang terjawab. Ambil contoh tentang cabai. Selama ini masyarakat dihadapkan pada pilihan cabai kecil yang pedas atau cabe besar tapi kurang pedas. Adakah pilihan ketiga, yaitu cabe besar yang benar-benar pedas? Ada! Buku ini menjawabnya dengan menerangkan cabai hibrida IPB CH3.
Masih banyak lagi solusi yang dihadirkan melalui buku ini. Di database BIC sendiri masih terdapat ribuan inovasi yang siap dikembangkan. Jadi, tafsir ketiga dari buku ini adalah optimisme. Setiap tahun minimal ada 100 inovasi, dan jumlahnya akan terus bertambah. Artinya bangsa ini punya modal untuk menjadi unggul.
Butir Pasir di Cangkang Kerang
Buku ini cocok dibaca oleh para pegiat inovasi. Baik pihak peneliti, wiraswasta, konsultan, maupun pemerintah. Setiap produk inovasi dilengkapi dengan penilaian tentang kesiapan komersialisasi, kerja sama bisnis, prospektif selanjutnya, dan status paten.
Penampakan fisik buku ini sangat bagus. Sampul putih hard cover, kertas coated, dan jilid ring besi menjadikan buku ini tampak elegan. Sayangnya, ada sedikit kekurang di judul cover. Di situ tertulis, “103 Indonesia Innovations”. Padahal seharusnya “103 Indonesia’s Innovations”.
Dilihat dari komposisi daerah, ternyata inovator asal Pulau Jawa masih mendominasi. Kurang jelas apa penyebabnya. Bisa jadi karena sarana penelitian di luar Jawa masih minim, sehingga tidak tercipta iklim penelitian yang bagus. Atau bisa jadi juga karena informasi tentang seleksi 103 inovasi ini kurang terdengar gaungnya di luar Jawa.
Kalau karena alasan pertama, maka pemerintah harus lebih giat melakukan kampanye pentingnya penelitian. Termasuk melengkapi fasilitas dan memberi instentif yang memadai untuk para peneliti di luar Jawa. Kalau karena alasan kedua, maka ini tantangan bagi pihak penyelenggara untuk memperluas target peserta. Pastilah di luar Jawa juga banyak ide brilian yang layak difasilitasi agar terpublikasi secara nasional.
Bagaimanapun, buku ini sangat pantas diapresiasi. Kalau ada kekurangan dalam buku ini, mungkin itu seperti butir pasir di dalam cangkang kerang. Mengganjal memang, tapi seiring waktu akan muncul mutiara. Nah, kita tunggu buku seri inovasi selanjutnya.
Dedi Setiawan
Intermediator Teknologi
Incoming search terms:
- contoh buku inovasi
- barang inovasi indonesia
- ide-ide barang inovatif
- contoh produk inovasi baru di indonesia
- contoh inovasi produk di indonesia
- contoh inovasi di indonesia
- contoh inovasi baru
- contoh ide inovasi it
- contoh ide inovasi
- contoh barang inovasi
Category: Rekomendasi






