<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Majalah Inovasi</title>
	<atom:link href="http://majalahinovasi.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://majalahinovasi.com</link>
	<description>Media Inovasi, Bisnis, dan Teknologi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Apr 2013 02:23:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Kepercayaan itu Mahal, Jenderal!</title>
		<link>http://majalahinovasi.com/kepercayaan-itu-mahal-jenderal/</link>
		<comments>http://majalahinovasi.com/kepercayaan-itu-mahal-jenderal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Apr 2013 07:55:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-Lain]]></category>
		<category><![CDATA[CakrawaleD]]></category>
		<category><![CDATA[Dedi Setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[Ziglar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahinovasi.com/?p=922</guid>
		<description><![CDATA[Zig Ziglar mendatangi toko furniture untuk membeli sofa kulit. Setelah lihat-lihat, pakar marketing itu menjatuhkan pilihan pada sofa yang terlihat elegan dan nyaman.  Ternyata harganya sangat murah, setengah dari yang ia perkirakan. Kalkulasi marketing-nya meleset kali ini! Melihat kekagetan Ziglar, pelayan toko berkomentar. “Ini memang harga yang bagus. Banyak yang beli jenis ini,” kata pelayan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Zig Ziglar mendatangi toko <i>furniture</i> untuk membeli sofa kulit. Setelah lihat-lihat, pakar <i>marketing</i> itu menjatuhkan pilihan pada sofa yang terlihat elegan dan nyaman.  Ternyata harganya sangat murah, setengah dari yang ia perkirakan. Kalkulasi <i>marketing</i>-nya meleset kali ini!</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat kekagetan Ziglar, pelayan toko berkomentar. “Ini memang harga yang bagus. Banyak yang beli jenis ini,” kata pelayan toko. Ziglar pun semakin mantap memilih sofa tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"> <span id="more-922"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya Ziglar butuh meja. Ia pun diantar ke tempat meja-meja dipajang. Saat berjalan itulah, Ziglar melihat sofa yang sangat mirip dengan sofa pilihannya tadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Penasaran, Ziglar menanyakan harga sofa tersebut. Ternyata harganya dua kali harga sofa pilihannya. “Kok bisa?” tanya Ziglar. “Sofa yang ini sepenuhnya terbuat dari kulit asli,” jelas pelayan toko.</p>
<p style="text-align: justify;">“Lalu, sofa yang saya pilih tadi terbuat dari apa?” Ziglar tampak kecewa. “Yang bapak pilih tadi, itu juga dari kulit,” jelas pelayan. “Dengan model yang sangat mirip, kenapa harganya beda jauh?” kejar Ziglar, heran. “Sofa yang tadi, untuk bagian dalam dan belakangnya, terbuat dari kulit buatan. Tapi orang awam tidak akan tahu bedanya,” jelas pelayan toko.</p>
<p style="text-align: justify;">Hilang sudah kepercayaan Ziglar pada toko tersebut. Kenapa? Karena minimal ada dua hal yang menyebabkan hilangnya kepercayaan. Pertama, tidak mengatakan kejujuran. Kedua, melakukan kebohongan. Keduanya merupakan dua hal yang berbeda, tapi tujuannya sama: menutupi kebenaran!</p>
<p style="text-align: justify;">Kisah Zig Ziglar di toko <em>furniture</em> itu merupakan contoh dari hal yang pertama. Pelayan toko memang tidak bohong, tetapi juga tidak jujur. Ketidakjujuran itu menyebabkan ketidakpercayaan. Itulah yang membuat Ziglar mengurungkan niat membeli sofa di toko tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh yang bohong? Ini sudah terlalu sering terjadi. Beberapa hari yang lalu saya juga sempat mengalaminya. Saat itu saya ingin membeli <i>handphone</i>. Setelah mengunjungi beberapa toko untuk perbandingan harga, akhirnya saya mendapat harga yang paling murah. Saya senang dan segera ingin membeli di toko itu.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kalau sekalian sama <i>screen protector</i>, berapa ya?” tanya saya. “Empat puluh ribu udah dapet yang <i>original</i>,” jawab pelayan yang jaga. “Hah? Original buatan mana?” Tanya saya, heran. “Original buatan Samsung!” jawabnya, meyakinkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tersenyum mendengar jawaban itu. Kemudian saya memutuskan untuk tidak membeli di toko tersebut. Kenapa? Karena kepercayaan itu mahal, jenderal!</p>
<p style="text-align: right;"><em>Dedi Setiawan</em></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>kepercayaan itu mahal</li><li>alasan membeli handphone outlet</li><li>majalah tempur april 2013</li><li>sofa april jasmin</li></ul><div class="SPOSTARBUST-Related-Posts"><H4>Tulisan Terkait</H4><ul class="entry-meta"><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Kemampuan Memberi Ala Google" href="http://majalahinovasi.com/kemampuan-memberi-ala-google/" rel="bookmark">Kemampuan Memberi Ala Google</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Hacktivis Kebebasan Informasi Ditemukan Tewas" href="http://majalahinovasi.com/hacktivis-kebebasan-informasi-ditemukan-tewas/" rel="bookmark">Hacktivis Kebebasan Informasi Ditemukan Tewas</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Dilema Si Roy (Suryo)" href="http://majalahinovasi.com/dilema-si-roy-suryo/" rel="bookmark">Dilema Si Roy (Suryo)</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Ledakan Matahari di Malam Tahun Baru 2013" href="http://majalahinovasi.com/ledakan-matahari-di-malam-tahun-baru-2013/" rel="bookmark">Ledakan Matahari di Malam Tahun Baru 2013</a></li>
</ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahinovasi.com/kepercayaan-itu-mahal-jenderal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mau Jadi Entrepreneur? See and Action!</title>
		<link>http://majalahinovasi.com/mau-jadi-entrepreneur-see-and-action/</link>
		<comments>http://majalahinovasi.com/mau-jadi-entrepreneur-see-and-action/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Mar 2013 16:03:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[Rhenald Kasali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahinovasi.com/?p=915</guid>
		<description><![CDATA[Bandung, MajalahInovasi.com &#8212; Ketika memutuskan menjadi entrepreneur, maka bertindaklah. Jangan berpikir terlalu lama. Melakukan action kemudian salah, ternyata jauh lebih baik dari pada diam saja. Itulah yang disampaikan oleh Prof. Rhenald Kasali, Ph.D. pada seminar bertajuk “Bagaimana Menjadikan Usaha Biasa Menjadi Luar Biasa” pada Kamis (28/3) di Gedung Wahana Bhakti, Bandung. “Jadi entrepreneur itu jangan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_917" class="wp-caption aligncenter" style="width: 446px"><a href="http://majalahinovasi.com/wp-content/uploads/2013/03/RhenaldKasali.jpg" target="_blank"><img class="size-full wp-image-917 " style="border: 3px solid black; margin-top: 5px; margin-bottom: 5px;" alt="MajalahInovasi.com" src="http://majalahinovasi.com/wp-content/uploads/2013/03/RhenaldKasali.jpg" width="436" height="307" /></a><p class="wp-caption-text">Prof. Rhenald Kasali, Ph.D. mengisi seminar &#8220;Bagaimana Menjadikan Usaha Biasa Menjadi Luar Biasa&#8221; di Bandung, Kamis (28/3)</p></div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bandung, MajalahInovasi.com</strong> &#8212; Ketika memutuskan menjadi entrepreneur, maka bertindaklah. Jangan berpikir terlalu lama. Melakukan <i>action</i> kemudian salah, ternyata jauh lebih baik dari pada diam saja. Itulah yang disampaikan oleh Prof. Rhenald Kasali, Ph.D. pada seminar bertajuk “Bagaimana Menjadikan Usaha Biasa Menjadi Luar Biasa” pada Kamis (28/3) di Gedung Wahana Bhakti, Bandung.</p>
<p style="text-align: justify;">“Jadi entrepreneur itu jangan ‘<i>wait and see’</i>, tapi harus <i>‘see and action!’</i>,” jelas Rhenald. <i>Wait and see </i>dinilai tidak cocok karena membuat entrepreneur jadi lambat dalam bergerak. Akhirnya kesempatan yang ada diambil orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia juga menekankan pentingnya memandang diri secara positif. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan kekuatan kata-kata. “Kata-kata<span id="more-915"></span> bisa mempengaruhi jiwa kita. Bisa membuat lebih kuat, juga sebaliknya, bisa membuat jadi lemah,” ungkap dosen Universitas Indonesia ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam penggunaan kata, sebaiknya fokus pada kekuatan. “Persepsi itu bisa dibangun melalui penggunaan kata,” kata penulis yang juga menjadi pembawa acara “Rumah Perubahan” di TVRI itu. “Coba bedakan rasanya antara ‘Dia cantik, tetapi cerewet’ dengan ‘Walaupun cerewet, tetapi dia cantik’. Yang satu fokus pada kekurangan, yang satunya lagi fokus pada kelebihan,” pungkasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Seminar ini merupakan salah satu rangkaian acara peringatan hari jadi PT. Pegadaian yang ke-112 tahun. Seminar ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, seperti pelaku bisnis, mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum. Pada seminar ini, hadir juga segenap petinggi PT. Pegadaian dan Kadin Jawa Barat, juga beberapa calon walikota Bandung. (DSE/AKR)</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>menjadi entrepreneur</li><li>entrepreneur rhenald kasali</li><li>rhenald kasali</li><li>bagaimana bisnis menjadi luar biasa</li><li>rhenald kasali dan pegadaian</li><li>pembawa acara rumah perubahan</li><li>pembawa acara rhenald kasali</li><li>menjadi entrepreneur sukses rumah perubahan</li><li>mau jadi</li><li>jadi entepreneur</li></ul><div class="SPOSTARBUST-Related-Posts"><H4>Tulisan Terkait</H4><ul class="entry-meta"><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="RoadtoEntre, Acara Komplit Bagi Entrepreneur" href="http://majalahinovasi.com/roadtoentre-acara-komplit-bagi-entrepreneur/" rel="bookmark">RoadtoEntre, Acara Komplit Bagi Entrepreneur</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Dahlan Iskan: Mulailah dari yang Ada!" href="http://majalahinovasi.com/dahlan-iskan-mulailah-dari-yang-ada/" rel="bookmark">Dahlan Iskan: Mulailah dari yang Ada!</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Boediono : Wirausaha Butuh Praktik" href="http://majalahinovasi.com/boediono-wirausaha-butuh-praktik/" rel="bookmark">Boediono : Wirausaha Butuh Praktik</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="CES 2013 &#8211; Ajang &#8220;Pamer&#8221; Teknologi Dunia" href="http://majalahinovasi.com/ces-2013-ajang-pamer-teknologi-dunia/" rel="bookmark">CES 2013 &#8211; Ajang &#8220;Pamer&#8221; Teknologi Dunia</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Chairul Tanjung: Tak Usah Pertontonkan Kemiskinan" href="http://majalahinovasi.com/chairul-tanjung-tak-usah-pertontonkan-kemiskinan/" rel="bookmark">Chairul Tanjung: Tak Usah Pertontonkan Kemiskinan</a></li>
</ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahinovasi.com/mau-jadi-entrepreneur-see-and-action/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Larry Page: Komersialisasikan Inovasi!</title>
		<link>http://majalahinovasi.com/larry-page-komersialisasikan-inovasi/</link>
		<comments>http://majalahinovasi.com/larry-page-komersialisasikan-inovasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Mar 2013 01:22:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[komersialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[larry page]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahinovasi.com/?p=908</guid>
		<description><![CDATA[MajalahInovasi.com – Semua orang tahu, Google sukses berkat ditopang inovasi. Inovasi itulah yang membuat Google mampu bertahan sampai saat ini. Tapi, cukupkah hanya sekadar berinovasi? Ternyata inovasi saja belum cukup. Hal itulah yang diungkap oleh CEO Google Larry Page kepada Wired.com. Dalam wawancaranya, Page menekankan pentingnya komersialisasi inovasi. Tanpa komersialisasi, suatu perusahaan akan bangkrut. Page [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>MajalahInovasi.com</strong> – Semua orang tahu, Google sukses berkat ditopang inovasi. Inovasi itulah yang membuat Google mampu bertahan sampai saat ini. Tapi, cukupkah hanya sekadar berinovasi?</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata inovasi saja belum cukup. Hal itulah yang diungkap oleh CEO Google Larry Page kepada <i>Wired.com</i>. Dalam wawancaranya, Page menekankan pentingnya komersialisasi inovasi. Tanpa komersialisasi, suatu perusahaan akan bangkrut.<span id="more-908"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Page mencontohkan kasus yang terjadi pada perusahaan Xerox PARC yang didirikan pada tahun 1970. Perusahaan itu merupakan salah satu anak perusahaan Xerox Corp. Produk inovasinya antara lain ethernet, teknologi laser printing, dan Grapichal User Interface (GUI).</p>
<p style="text-align: justify;">“Beberapa inovasinya memegang peranan penting dalam dunia komputasi modern,” ungkap Page.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun inovasi belum cukup. Harus ada komersialisasi inovasi. “Sayangnya, mereka tidak fokus pada komersialisasi. Itulah yang membuat Xerox PARC gagal,” tambah Page.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, ada dua hal yang perlu dilakukan jika ingin berkembang. Dua hal itu adalah berinovasi dan melakukan komersialisasi inovasi. (JKA/DSE)</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>gambar karya larry page</li><li>kalo ada masalah di organisasi hadapi dgn kepala digin</li></ul><div class="SPOSTARBUST-Related-Posts"><H4>Tulisan Terkait</H4><ul class="entry-meta"><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Ris dan Semangat Kontribusi" href="http://majalahinovasi.com/ris-dan-semangat-kontribusi/" rel="bookmark">Ris dan Semangat Kontribusi</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="20 Greatest Muslim Innvention" href="http://majalahinovasi.com/20musliminnvention/" rel="bookmark">20 Greatest Muslim Innvention</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Mujair &#8211; Terkenal Tapi Tak Dikenal" href="http://majalahinovasi.com/mujair-terkenal-tapi-tak-dikenal/" rel="bookmark">Mujair &#8211; Terkenal Tapi Tak Dikenal</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Al Jazari The Engineer : Penemu Konsep Robotika Modern" href="http://majalahinovasi.com/al-jazari-the-engineer-penemu-konsep-robotika-modern/" rel="bookmark">Al Jazari The Engineer : Penemu Konsep Robotika Modern</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Merdi Sihombing “ Kain Tenun Ulos” Savior" href="http://majalahinovasi.com/merdi-sihombing-kain-tenun-ulos-savior/" rel="bookmark">Merdi Sihombing “ Kain Tenun Ulos” Savior</a></li>
</ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahinovasi.com/larry-page-komersialisasikan-inovasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Putri Mahkota Wong Solo Buka Usaha Sendiri</title>
		<link>http://majalahinovasi.com/putri-mahkota-wong-solo-buka-usaha-sendiri/</link>
		<comments>http://majalahinovasi.com/putri-mahkota-wong-solo-buka-usaha-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Mar 2013 10:05:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[StartUp]]></category>
		<category><![CDATA[ayam KQ-5]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Ghina]]></category>
		<category><![CDATA[KQ-5]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner KQ-5]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[medan]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>
		<category><![CDATA[wong solo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahinovasi.com/?p=896</guid>
		<description><![CDATA[Majalahinovasi.com &#8211; Menjadi putra mahkota dari sebuah kerajaan bisnis sangatlah biasa. Sang pengusaha yang bisa dibilang bisnisnya telah melegenda, pada saatnya juga akan menyerahkan kursi emasnya kepada sang anak. Tak seperti Sang ayah yang memulai usaha dari nol dengan pendidikan seadanya, para penerus tahta itu dipersiapkan dengan menyekolahkannya setinggi langit hingga ke manca negara. Namun [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Majalahinovasi.com &#8211; Menjadi putra mahkota dari sebuah kerajaan bisnis sangatlah biasa. Sang pengusaha yang bisa dibilang bisnisnya telah melegenda, pada saatnya juga akan menyerahkan kursi emasnya kepada sang anak. Tak seperti Sang ayah yang memulai usaha dari nol dengan pendidikan seadanya, para penerus tahta itu dipersiapkan dengan menyekolahkannya setinggi langit hingga ke manca negara.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun kisah yang berbeda datang Shafiyyatul Ghina. Sebagai putra mahkota, eits putri mahkota pemilik raksasa kuliner Wong Solo Grup, ia justru kurang tertantang untuk meneruskan tahta bisnis Sang Ayah. Mahasiswi semester akhir Institut Pertanian Bogor (IPB) ini, lebih senang membuat usaha sendiri ketimbang melanjutkan bisnis Wong Solo yang kejayaannya sudah merambah negara tetangga itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Perpaduan antara ilmu yang dikecapnya di perguruan tinggi dengan darah bisnis yang diturunkan Sang ayah, membulatkan tekad Ghina untuk mendirikan usaha kedai ayam bakar berlabel Ayam KQ-5 di kota Medan setahun silam. Meski masih serupa dengan bidang usaha yang digeluti Wong Solo, Ayam KQ-5 memiliki bidikan yang berbeda.<span id="more-896"></span></p>
<p><a style="text-align: justify;" href="http://majalahinovasi.com/wp-content/uploads/2013/03/3-81.jpg"><img class="alignleft  wp-image-898" alt="3-81" src="http://majalahinovasi.com/wp-content/uploads/2013/03/3-81.jpg" width="275" height="414" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Dengan branding kaki lima, sebut Ghina, tak pandang bulu, semua kalangan bisa makan di kedainya. Baik yang naik motor atau mobil, mahasiswa, karyawan hingga masyarakat umum. “Mareka gak bakal segan untuk masuk, menikmati menu ayam yang enak,” imbuh putri Puspo Wardoyo ini tentang posisioning usahanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Konsep yang Ghina bilang simpel itu, diperkuat lagi dengan pilihan menu yang semuanya sudah tersedia dalam bentuk paket. “Biasanya orang lebih senang kalau sudah lihat dalam bentuk paket, sebab akan lebih hemat,” ungkap dara cantik berusia 22 tahun ini. Pengalaman Ghina saat mahasiswa merupakan cikal bakal dari ide paket ini.</p>
<p style="text-align: justify;">“Kalau di restoran kan orang sudah takut duluan, sebab selain harganya mahal memesan menu satu per satu hanya akan membuat ribet dan harganya mahal,” Ia membandingkan keunggulan konsep kaki lima dengan restoran. Walau, secara umum baik dari sisi lokasi, desain interior dan eksterior Ayam KQ-5 tak jauh beda dengan berbagai restoran ternama di tanah air.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain paket menu ayam bakar, Ghina juga menyuguhkan menu paket bebek, lele dan ayam penyet. Harganya berkisar dari Rp 16 ribu hingga Rp 20 ribu per paket. Disamping juga, ada tumis cah kangkung dan mie goreng. Tidaklah heran, kedai ayam bakar yang berkasitas 150 orang itu selalu disesaki pengunjungnya hari demi hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Prospek bisnisnya demikian cerah. Anak seorang Puspo akhirnya mampu menunjukkan dirinya. Ia tak hanya jenius seperti ayahnya dalam meramu citarasa, tetapi juga kemampuannya melihat peluang semakin tajam. Kemampuan manajerial diperolehnya di bangku kuliah menambahkan kematangannya menjadi pengusaha. Kreativitas segarnya mulai mempesona pasar ayam bakar tanah air.</p>
<p style="text-align: justify;">Belum genab setahun gerai pertamanya dibuka di kota Medan, Ghina mengguritakan usahanya menjadi 4 gerai, yang masing-masing berlokasi di berbagai kota. Seperti di kota Banjarmasin, Jakarta dan Solo. “Kami juga membuka kesempatan franchise,” tambahnya. Investasi franchise untuk Ayam KQ-5, kata Ghina, sebesar Rp 500 juta.</p>
<p style="text-align: justify;">Angka tersebut cukup masuk akal, kata Ghina, sebab sebuah kedai ayam bakar akan dibangun mulai dari tanah kosong hingga menjadi bangunan yang layak. Selain itu, peralatan yang diberikan juga sangat mumpuni, terutama untuk peralatan dapur. Kesempatan franchise terbuka di seluruh kota tanah air.</p>
<p style="text-align: justify;">“Saya berencana akan mengepung semua mal terkenal Se-jabodetabek,” target Ghina dalam waktu dekat untuk ekspansi KQ-5 di Jakarta dan sekitarnya. Ia mengambil lokasi di mal untuk Jakarta lantaran di kota semacet Jakarta orang lebih suka bermain ke mal sambil berburu kuliner, ketimbang hanya ke sebuah restoran untuk makan. (FP/PP)</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>buka usaha sendiri</li><li>membuka usaha sendiri</li><li>peluang bisnis ayam bakar</li><li>buka usaha</li><li>makanan inovasi</li><li>usaha sendiri</li><li>usaha ayam dan lele goreng</li><li>usaha ayam penyet</li><li>prospek bisnis kuliner di medan</li><li>peluang membuka usaha sendiri</li></ul><div class="SPOSTARBUST-Related-Posts"><H4>Tulisan Terkait</H4><ul class="entry-meta"><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Es Krim Goreng 2 Gadih" href="http://majalahinovasi.com/es-krim-goreng-2-gadih/" rel="bookmark">Es Krim Goreng 2 Gadih</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Mie Ayam Hijau Versi Ari Benhil" href="http://majalahinovasi.com/mie-ayam-hijau-versi-ari-benhil/" rel="bookmark">Mie Ayam Hijau Versi Ari Benhil</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Kebab Kings &#8211; Targetkan 600 Outlet di Tahun 2012" href="http://majalahinovasi.com/kebab-kings-targetkan-600-outlet-di-tahun-2012/" rel="bookmark">Kebab Kings &#8211; Targetkan 600 Outlet di Tahun 2012</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Cara Pecel Lele Lela Memikat Pelanggan" href="http://majalahinovasi.com/cara-unik-pebisnis-pecel-lele-memikat-pelanggan/" rel="bookmark">Cara Pecel Lele Lela Memikat Pelanggan</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Pengalaman Baru Menikmati Donat dan Kopi di Indonesia" href="http://majalahinovasi.com/pengalaman-baru-menikmati-donat-dan-kopi-di-indonesia/" rel="bookmark">Pengalaman Baru Menikmati Donat dan Kopi di Indonesia</a></li>
</ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahinovasi.com/putri-mahkota-wong-solo-buka-usaha-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Freelancer: Employee atau Entrepreneur?</title>
		<link>http://majalahinovasi.com/freelancer-employee-atau-entrepreneur/</link>
		<comments>http://majalahinovasi.com/freelancer-employee-atau-entrepreneur/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Mar 2013 01:27:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[freelancer]]></category>
		<category><![CDATA[NGADUide]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahinovasi.com/?p=885</guid>
		<description><![CDATA[Bandung, majalahinovasi.com – Masih sedikitnya jumlah entrepeneur merupakan salah satu penyebab tersendatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebuah studi dari Global Entrepeneurship Monitor menyebut bahwa hanya 1 % orang Indonesia yang benar-benar mendirikan bisnis sendiri. Padahal, menurut sosiolog David McClelland, untuk mengoptimalkan pertmumbuhan ekonomi suatu negara, minimal harus ada entrepeneur sebanyak 2% dari total penduduk suatu negara. [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_886" class="wp-caption alignleft" style="width: 243px"><a href="http://majalahinovasi.com/wp-content/uploads/2013/03/helma.jpg" target="_blank"><img class="size-full wp-image-886 " style="margin: 5px;" alt="helma" src="http://majalahinovasi.com/wp-content/uploads/2013/03/helma.jpg" width="233" height="243" /></a><p class="wp-caption-text">Helma Kusuma, Indonesia Country Manager Freelancer.com di meet-up NGADUideX8 di Bandung (8/3)</p></div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bandung, majalahinovasi.com</strong> – Masih sedikitnya jumlah <i>entrepeneur</i> merupakan salah satu penyebab tersendatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebuah studi dari Global <i>Entrepeneurship</i> Monitor menyebut bahwa hanya 1 % orang Indonesia yang benar-benar mendirikan bisnis sendiri. Padahal, menurut sosiolog David McClelland, untuk mengoptimalkan pertmumbuhan ekonomi suatu negara, minimal harus ada <i>entrepeneur</i> sebanyak 2% dari total penduduk suatu negara.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada banyak alasan kenapa seseorang belum memutuskan terjun ke dunia entreprenur. Tiga di antaranya adalah karena pertimbangan modal (<i>capital)</i>, keahlian (<i>skill)</i>, dan jaringan (<i>network)</i>. Padahal, jika jeli melihat peluang, tiga hal tersebut dapat diatasi dengan mudah.<span id="more-885"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Hal itulah yang diungkap oleh Helma Kusuma, Indonesia Country Manager dari Freelancer.com. “Member Freelancer.com dapat mengasah keahliannya, sekaligus memperluas jaringan,” ungkapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Helma juga menyebutkan bahwa bergabung di Freelancer.com dapat dijadikan langkah awal untuk mengumpulkan modal usaha. “Untuk modal juga jangan khawatir. Yang penting adalah keahlian dan profesional ketika mendapat proyek. Dari proyek, kan, dapat duit. Itu bisa dikumpulkan untuk membangun usaha yang diimpikan,” jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Freelancer.com sendiri merupakan wadah tempat bertemunya para <i>freelancer</i> dengan dunia usaha yang menawarkan berbagai peluang proyek. “Sejauh ini sudah menghubungkan sekitar 7 juta profesional di 234 negara di seluruh dunia,” pungkas Helma, saat ditemui di acara <i>meet-up</i> NGADUideX8, Jumat (8/3) di Dago Plaza, Bandung. (DSE/PPJ)</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>cara bergabung di freelancer com</li><li>enterpreneur majalah</li><li>freelancer com</li></ul><div class="SPOSTARBUST-Related-Posts"><H4>Tulisan Terkait</H4><ul class="entry-meta"><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Inovasi Mengalir Sampai Jauh" href="http://majalahinovasi.com/inovasi-mengalir-sampai-jauh/" rel="bookmark">Inovasi Mengalir Sampai Jauh</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="TICA 2012 : Students of today are the innovators of tomorrow" href="http://majalahinovasi.com/tica-2012/" rel="bookmark">TICA 2012 : Students of today are the innovators of tomorrow</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Wirausaha Muda Mandiri 2012 : Langkah Pasti Membangun Negeri" href="http://majalahinovasi.com/wirausaha-muda-mandiri-2012/" rel="bookmark">Wirausaha Muda Mandiri 2012 : Langkah Pasti Membangun Negeri</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Romlah dan Batik Betawi" href="http://majalahinovasi.com/romlah-dan-batik-betawi/" rel="bookmark">Romlah dan Batik Betawi</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Kreativitas Harus Jadi Karya Nyata" href="http://majalahinovasi.com/kreativitas-harus-jadi-karya-nyata/" rel="bookmark">Kreativitas Harus Jadi Karya Nyata</a></li>
</ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahinovasi.com/freelancer-employee-atau-entrepreneur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Pengusaha Sukses dari Modal Nol</title>
		<link>http://majalahinovasi.com/kisah-pengusaha-sukses-dari-modal-nol/</link>
		<comments>http://majalahinovasi.com/kisah-pengusaha-sukses-dari-modal-nol/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Mar 2013 07:35:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis sukses]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[kisah bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[kisah sukses bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[modal bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[modal nol]]></category>
		<category><![CDATA[tri sumono]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahinovasi.com/?p=879</guid>
		<description><![CDATA[Majalahinovasi.com &#8211; Pernahkah anda membayangkan seorang tukang sapu yang bekerja membersihkan jalanan dari sampah dan dedaunan. Atau pernahkah anda membayangkan seorang tukang kuli bangunan yang harus bekerja banting tulang menghadapi panasnya terik sinar matahari demi menafkahi keluarga. Tentu saja anda tidak pernah melirik orang seperti ini. Tapi pernahkah anda berpikir orang seperti yang tersebut di [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Majalahinovasi.com &#8211; Pernahkah anda membayangkan seorang tukang sapu yang bekerja membersihkan jalanan dari sampah dan dedaunan. Atau pernahkah anda membayangkan seorang tukang kuli bangunan yang harus bekerja banting tulang menghadapi panasnya terik sinar matahari demi menafkahi keluarga. Tentu saja anda tidak pernah melirik orang seperti ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi pernahkah anda berpikir orang seperti yang tersebut di atas kini menjadi seorang pengusaha sukses yang memiliki omset hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya. Mungkin anda akan terkagum-kagum atau cuma bisa melohok melihatnya.</p>
<div id="attachment_880" class="wp-caption aligncenter" style="width: 487px"><a href="http://majalahinovasi.com/wp-content/uploads/2013/03/tri-sumono.jpg"><img class="wp-image-880 " alt="tri-sumono" src="http://majalahinovasi.com/wp-content/uploads/2013/03/tri-sumono.jpg" width="477" height="238" /></a><p class="wp-caption-text">Tri Sumono</p></div>
<p style="text-align: justify;">Begitulah yang terjadi pada Tri Sumono yang kini lewat perusahaan CV 3 Jaya, ia mengelola banyak cabang usaha, antara lain, produksi kopi jahe sachet merek Hootri, toko sembako, peternakan burung, serta pertanian padi dan jahe. Bisnis lainnya, penyediaan jasa pengadaan alat tulis kantor (ATK) ke berbagai perusahaan, serta menjadi franchise produk Ice Cream Campina.<span id="more-879"></span><!--more--></p>
<p style="text-align: justify;">Dari berbagai lini usahanya itu, ia bisa meraup omzet hingga Rp 500 juta per bulan. Pria kelahiran Gunung Kidul, 7 Mei 1973, ini mengaku tak pernah berpikir hidupnya bakal enak seperti sekarang. Terlebih ketika ia mengenang masa-masa awal kedatangannya ke Jakarta. Mulai merantau ke Jakarta pada 1993, pria yang hanya lulusan sekolah menengah atas (SMA) ini sama sekali tidak memiliki keahlian.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia nekat mengadu nasib ke Ibu Kota dengan hanya membawa tas berisi kaus dan ijazah SMA. Untuk bertahan hidup di Jakarta, ia pun tidak memilih-milih pekerjaan. Bahkan, pertama bekerja di Jakarta, Tri menjadi buruh bangunan di Ciledug, Jakarta Selatan. Namun, pekerjaan kasar itu tak lama dijalaninya. Tak lama menjadi kuli bangunan, Tri mendapat tawaran menjadi tukang sapu di kantor Kompas Gramedia di Palmerah, Jakarta Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tanpa pikir panjang, tawaran itu langsung diambilnya. &#8220;Pekerjaan sebagai tukang sapu lebih mudah ketimbang jadi buruh bangunan,&#8221; jelasnya.Lantaran kinerjanya memuaskan, kariernya pun naik dari tukang sapu menjadi office boy. Dari situ, kariernya kembali menanjak menjadi tenaga pemasar dan juga penanggung jawab gudang.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1995, ia mencoba mencari tambahan pendapatan dengan berjualan aksesori di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Saat itu, Tri sudah berkeluarga dengan dua orang anak. Selama empat tahun Tri Sumono berjualan produk-produk aksesori, seperti jepit rambut, kalung, dan gelang di Jakarta. Berbekal pengalaman dagang itu, tekadnya untuk terjun ke dunia bisnis semakin kuat. &#8220;Saya dagang aksesori seperti jepit rambut, kalung, dan gelang dengan modal Rp 100.000,&#8221; jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap Sabtu-Minggu, Tri rutin menggelar lapak di Stadion Gelora Bung Karno. Dua tahun berjualan, modal dagangannya mulai terkumpul lumayan banyak. Dari sanalah ia kemudian berpikir bahwa berdagang ternyata lebih menjanjikan ketimbang menjadi karyawan dengan gaji pas-pasan. Makanya, pada tahun 1997, ia memutuskan mundur dari pekerjaannya dan fokus untuk berjualan.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbekal uang hasil jualan selama dua tahun di Gelora Bung Karno, Tri berhasil membeli sebuah kios di Mal Graha Cijantung. &#8220;Setelah pindah ke Cijantung, bisnis aksesori ini meningkat tajam,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun 1999, ada seseorang yang menawar kios beserta usahanya dengan harga mahal. Mendapat tawaran menarik, Tri kemudian menjual kiosnya itu. Dari hasil penjualan kios ditambah tabungan selama ia berdagang, ia kemudian membeli sebuah rumah di Pondok Ungu, Bekasi Utara. Di tempat baru inilah, perjalanan bisnis Tri dimulai.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengalaman berjualan aksesori sangat berbekas bagi Tri Sumono. Ia pun merintis usaha toko sembako dan kontrakan. Sejak itu, naluri bisnisnya semakin kuat. Saat itu, ia langsung membidik usaha toko sembako. Ia melihat, peluang bisnis ini lumayan menjanjikan karena, ke depan, daerah tempatnya bermukim itu bakal berkembang dan ramai. &#8220;Tapi tahun 1999, waktu saya buka toko sembako itu masih sepi,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, Tri tak kehabisan akal. Supaya kawasan tempatnya tinggal kian ramai, ia kemudian membangun sebanyak 10 rumah kontrakan dengan harga miring. Rumah kontrakan ini diperuntukkan bagi pedagang keliling, seperti penjual bakso, siomai, dan gorengan. Selain mendapat pemasukan baru dari usaha kontrakan, para pedagang itu juga menjadi pelanggan tetap toko sembakonya. &#8220;Cara itu ampuh dan banyak warga di luar Pondok Ungu mulai mengenal toko kami,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Seiring berjalannya waktu, naluri bisnisnya semakin kuat. Tahun 2006, Tri melihat peluang bisnis sari kelapa. Tertarik dengan peluang itu, ia memutuskan untuk mendalami proses pembuatan sari kelapa. Dari informasi yang didapatnya diketahui bahwa sari kelapa merupakan hasil fermentasi air kelapa oleh bakteri Acetobacter xylium. Untuk keperluan produksi sari kelapa ini, ia membeli bakteri dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bogor. &#8220;Tahap awal saya membuat 200 nampan sari kelapa,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sari kelapa buatannya itu dipasarkan ke sejumlah perusahaan minuman. Beberapa perusahaan mau menampung sari kelapanya. Tetapi, itu tidak lama. Lantaran kualitas sari kelapa produksinya menurun, beberapa perusahaan tidak mau lagi membeli. Ia pun berhenti memproduksi dan memutuskan untuk belajar lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk meningkatkan kualitas sari kelapa, ia mencoba berguru ke seorang dosen Institut Pertanian Bogor (IPB). Mulanya, dosen itu enggan mengajarinya karena menilai Tri bakal kesulitan memahami bahasa ilmiah dalam pembuatan sari kelapa. &#8220;Tanpa sekolah, kamu sulit menjadi produsen sari kelapa,&#8221; kata Tri menirukan ucapan dosen kala itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, melihat keseriusan Tri, akhirnya sang dosen pun luluh dan mau memberikan les privat setiap hari Sabtu dan Minggu selama dua bulan. Setelah melalui serangkaian uji coba dengan hasil yang bagus, Tri pun melanjutkan kembali produksi sari kelapanya. Saat itu, ia langsung memproduksi 10.000 nampan atau senilai Rp 70 juta. Hasilnya lumayan memuaskan. Beberapa perusahaan bersedia menyerap produk sari kelapanya. Sejak itu, perjalanan bisnisnya terus berkembang dan maju.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikian kisah motivatif tentang Tri Sumono yang membuktikan bahwa dengan ketekunan dan kerja keras pasti bisa meraih setiap apa yang di impikan dan cita-citakan. Semoga kisah di atas bisa menjadi sebuah isnpirasi bagi kita semua. (WS/PP)</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>kisah pengusaha sukses</li><li>kisah pengusaha sukses dari nol</li><li>cerita pengusaha sukses</li><li>pengusaha sukses dari nol</li><li>kisah sukses wirausaha</li><li>kisah sukses pengusaha</li><li>kisah pengusaha sukses indonesia</li><li>profil pengusaha sukses</li><li>cerita sukses wirausaha</li><li>cerita pengusaha sukses dari nol</li></ul><div class="SPOSTARBUST-Related-Posts"><H4>Tulisan Terkait</H4><ul class="entry-meta"><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Taufik Ginanjar: Kaya Bukan Soal Materi, Tapi Soal Mental" href="http://majalahinovasi.com/taufik-ginanjar-kaya-bukan-soal-materi-tapi-soal-mental/" rel="bookmark">Taufik Ginanjar: Kaya Bukan Soal Materi, Tapi Soal Mental</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Juragan Fashion Forever 21" href="http://majalahinovasi.com/juragan-fashion-forever-21/" rel="bookmark">Juragan Fashion Forever 21</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Menjadi miliader berkat keripik pedas" href="http://majalahinovasi.com/menjadi-miliader-berkat-keripik-pedas/" rel="bookmark">Menjadi miliader berkat keripik pedas</a></li>
</ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahinovasi.com/kisah-pengusaha-sukses-dari-modal-nol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pameran Pendidikan Internasional</title>
		<link>http://majalahinovasi.com/pameran-pendidikan-internasional/</link>
		<comments>http://majalahinovasi.com/pameran-pendidikan-internasional/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Mar 2013 10:50:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[cari beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[IEF]]></category>
		<category><![CDATA[IEF 2013]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahinovasi.com/?p=891</guid>
		<description><![CDATA[Depok, Majalahinovasi.com &#8211; Pendidikan internasional   semakin digandrungi oleh banyak mahasiswa di Indonesia. Karena terbukti dengan menimba ilmu di luar negeri bisa menambah pengalaman dan kematangan ilmu yang diminati oleh setiap orang. Oleh karena itu mahasiswa Universitas Indonesia bekerjasama dengan mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta yang memiliki komunitas bernama Eanglish Club membentuk sebuah acara International Education Fair. [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Depok, Majalahinovasi.com &#8211; Pendidikan internasional   semakin digandrungi oleh banyak mahasiswa di Indonesia. Karena terbukti dengan menimba ilmu di luar negeri bisa menambah pengalaman dan kematangan ilmu yang diminati oleh setiap orang. Oleh karena itu mahasiswa Universitas Indonesia bekerjasama dengan mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta yang memiliki komunitas bernama Eanglish Club membentuk sebuah acara International Education Fair.</p>
<p style="text-align: justify;">Dara Farhiani salah satu kordinator Marketing dan Publishing IEF 2013 ini mengatakan bahwa IEF adalah sebuah pameran pendidikan internasional yang menampilkan fasilitator atau lembaga-lembaga akademik internasional. Dan IEF dilaksanakan karena Presiden Politeknik Eanglish Club memiliki keinginan kuliah di luar negeri akan tetapi tidak memiliki fasilitas apa-apa dan tidak mengetahui cara untuk bisa kuliah di luar negeri. Acara IEF pertama kali diadakan pada tahun 2010 dan pada 5-6 Maret 2013 merupakan kali kedua IEF diadakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dara pun menambahkan bahwa dengan kurangnya informasi mengenai pendidikan di luar negeri maka IEF ada sebagai pameran pendidikan internasional yang menjadi fasilitator bagi mahasiswa yang ingin kuliah di luar negeri dan mendapatkan beasiswa-beasiswa dari lembaga-lembaga yang kami tampilkan dalam pameran ini sehingga pengunjung bisa langsung berkonsultasi dengan konsultan yang profesional dan handal di eksbit-eksbiter yang kami sediakan dalam pameran ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Peminat acara IEF ini cukup banyak. Hal ini bisa terlihat dari jumlah pengunjung yang mencapai dua ribu orang dan jumlah peserta seminar serta talkshow yang masing-masing mencapai 280 orang. Pengunjung yang datang tidak hanya melihat pameran pendidikan internasional saja akan tetapi pengunjung juga bisa menikmati international culiner and culture festival yaitu pameran kebudayaan dan kuliner dari negara internasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari sekian banyak konsultan, maka IEF memberikan kemudahan bagi pengunjung untuk berinteraksi lebih mendalam pada acara talkshow. Salah satunya adalah konsultan dari American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) yang tampil di talkhow pada 6 Maret 2013 dengan membahas <i>Mechanism to Study Abroad</i> dengan juru bicara Ibu Ance yang menjelaskan bagaimana kita untuk bisa mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri. Dan dari SAE Institut yaitu satu lembaga pendidikan internasional yang memberikan jasa pelayanan konsultasi bagi mahasiswa Indonesia yang berminat kuliah di luar negeri dengan fokus di bidang industri kreatif.</p>
<p style="text-align: justify;">Peserta seminar dan talkshow terdiri dari mahasiswa S1 dan juga mahasiswa yang sudah lulus S1 yang berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Salah satunya adalah Wuri Nurhidayat  alumni IMC Bintaro yaitu lembaga pendidikan kebidanan. Wuri mengatakan bahwa ia mengetahui informasi IEF dari internet, motivasi Wuri mengikuti acara IEF ini adalah ingin mengetahui informasi untuk bisa kuliah di luar negeri dan juga ingin mengenal karakter orang luar negeri seperti apa. Wuri sendiri memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan S2 kebidanan di Australia. Dan Wuri menambahkan bahwa acara IEF ini menarik, dengan adanya acara IEF ini bisa membangun setiap orang untuk melanjutkan pendidikan berskala internasional.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>pameran pendidikan internasional 2013 jakarta</li><li>pameran pendidikan ln april 2013</li><li>beasiswa inovatip bidang pendidikan</li><li>PAMERAN PENDIDIKAN DI INDONESIA</li><li>pameran pendidikan eropa 2013 jakarta</li><li>Pameran Pendidikan Internasional</li><li>pameran pendidikan international 2013</li><li>pameran pendidikan luar negri 2013</li><li>pameran universitas eropa 2013</li><li>pameran universitas luar negeri</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahinovasi.com/pameran-pendidikan-internasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyimpan Data di Awan</title>
		<link>http://majalahinovasi.com/menyimpan-data-di-awan/</link>
		<comments>http://majalahinovasi.com/menyimpan-data-di-awan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Mar 2013 09:46:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[cloud storage]]></category>
		<category><![CDATA[dropbox]]></category>
		<category><![CDATA[Google Drive]]></category>
		<category><![CDATA[iCloud]]></category>
		<category><![CDATA[SkyDrive]]></category>
		<category><![CDATA[SugarSync]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahinovasi.com/?p=856</guid>
		<description><![CDATA[Flashdisk sempat menjadi storage andalan untuk menyimpan data. Bahkan sampai dijadikan aksesoris yang digantung di leher. Namun, saat ini fungsi flashdisk sedikit banyak telah digantikan oleh “awan”. Lho, kok bisa? Yang dimaksud di sini adalah cloud storage. Yaitu wadah berupa storage online untuk menyimpan data-data virtual. Dengan cloud storage, Anda bisa menyimpan data dari mana [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://majalahinovasi.com/wp-content/uploads/2013/03/cloudstorage.png" target="_blank"><img class="alignleft size-full wp-image-857" style="margin: 5px;" alt="cloudstorage" src="http://majalahinovasi.com/wp-content/uploads/2013/03/cloudstorage.png" width="340" height="244" /></a></p>
<p><i>Flashdisk</i> sempat menjadi <i>storage</i> andalan untuk menyimpan data. Bahkan sampai dijadikan aksesoris yang digantung di leher. Namun, saat ini fungsi <i>flashdisk</i> sedikit banyak telah digantikan oleh “<a href="http://majalahinovasi.com/cloud-computing-dalam-kehidupan-sehari-hari/" target="_blank">awan</a>”. <i>Lho,</i> kok bisa?</p>
<p>Yang dimaksud di sini adalah<a href="http://majalahinovasi.com/cloud-computing-dalam-kehidupan-sehari-hari/" target="_blank"> <i>cloud storage</i></a>. Yaitu wadah berupa <i>storage online</i> untuk menyimpan data-data virtual. Dengan <i>cloud storage</i>, Anda bisa menyimpan data dari mana saja. Tidak perlu repot-repot bawa <i>flashdisk</i>. Syaratnya satu, anda terhubung ke internet.</p>
<p>Berkembangnya teknologi <i>smartphone</i> semakin memperbesar peluang masyarakat untuk menggunakan <i>cloud storage</i>. Hal ini karena <i>smartphone</i> telah dilengkapi dengan sistem operasi. Sistem operasi yang berkembang saat ini antara lain Microsoft, Android, dan iOS. Dan masing-masing sistem operasi telah menyediakan <i>cloud storage</i>.<span id="more-856"></span></p>
<p>Untuk pengguna <i>smartphone</i> bersistem operasi Microsoft, tersedia SkyDrive. <i>Cloud storage</i> ini bisa diakses di http://www.skydrive.com. SkyDrive menyediakan <i>storage</i> sebesar 7GB secara gratis. Masih kurang? Anda bisa menambah kapasitas mulai dari 20GB dengan membayar mulai dari US$ 10.</p>
<p>Untuk pengguna Android, tentu sudah tidak asing lagi dengan Google Drive. <i>Cloud storage</i> ini menyediakan kapasitas 5GB secara cuma-cuma. Kalau masih kurang, Anda bisa membayar mulai dari US$ 2.49 per bulan untuk kapasitas mulai dari 25GB. Google Drive bisa diakses melalui alamat http://drive.google.com.</p>
<p>Apple juga tidak ketinggalan. Sistem operasi iOS menyediakan iCloud yang memberikan kapasitas 5GB secara gratis. Untuk menambah kapasitas mulai dari 10GB, Anda harus membayar mulai dari US$ 20 per tahun. iCloud dapat diakses di http://www.icloud.com.</p>
<p>Selain tiga <i>cloud storage</i> yang disediakan oleh sistem operasi tersebut, masih ada penyedia yang lain. Misalnya ada <a href="http://majalahinovasi.com/dropbox-cara-baru-kolaborasi-data/" target="_blank">Dropbox </a>dan SugarSync. DropBox memberikan kapasitas 2GB secara gratis. Anda bisa menambah kapasitas dengan membayar mulai dari US$ 9.99 per bulan untuk kapasitas mulai dari 100GB. <a href="http://majalahinovasi.com/dropbox-cara-baru-kolaborasi-data/" target="_blank">DropBox</a> dapat diakses di http://www.dropbox.com.</p>
<p>Sedangkan SugarSync menyediakan kapasitas 5GB secara gratis. Untuk menambah kapasitas, Anda bisa membayar mulai dari US$ 4.99 untuk kapasitas mulai dari 30GB. Jika ingin menggunakannya, Anda bisa langsung ke alamat http://www.sugarsync.com.</p>
<p>Nah, bagaimana? Mau pakai <a href="http://majalahinovasi.com/cloud-computing-dalam-kehidupan-sehari-hari/" target="_blank"><i>cloud storage</i></a> yang mana? Silakan disesuaikan dengan kebutuhan dan pilihan masing-masing. (CKG/HNI)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>cara menyimpan data di icloud</li><li>cara menyimpan data di cloud</li><li>menyimpan data di awan</li><li>cara menyimpan data lewat cloud</li><li>simpan data di cloud</li><li>data awan</li><li>cara menyimpan mp3 ke skydrife</li><li>inovasi flashdisk mulai</li><li>majalahinovasi com menyimpan-data-di-awan</li><li>menyimpan data</li></ul><div class="SPOSTARBUST-Related-Posts"><H4>Tulisan Terkait</H4><ul class="entry-meta"><li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Cabai Unggul untuk Penggila Pedas" href="http://majalahinovasi.com/cabai-unggul-untuk-penggila-pedas/" rel="bookmark">Cabai Unggul untuk Penggila Pedas</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Cegah Kecelakaan dengan Brainstat" href="http://majalahinovasi.com/cegah-kecelakaan-dengan-brainstat/" rel="bookmark">Cegah Kecelakaan dengan Brainstat</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Mengenal Teknologi Layar Sentuh" href="http://majalahinovasi.com/teknologi-layar-sentuh/" rel="bookmark">Mengenal Teknologi Layar Sentuh</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="Inovasi budidaya kedelai" href="http://majalahinovasi.com/inovasi-budidaya-kedelai/" rel="bookmark">Inovasi budidaya kedelai</a></li>
<li class="SPOSTARBUST-Related-Post"><a title="UCAV : Masa Depan Pesawat Tempur? (II)" href="http://majalahinovasi.com/ucav-masa-depan-pesawat-tempur-ii/" rel="bookmark">UCAV : Masa Depan Pesawat Tempur? (II)</a></li>
</ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahinovasi.com/menyimpan-data-di-awan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>How to Start a Business &#8211; Kuncinya Di Sini</title>
		<link>http://majalahinovasi.com/how-to-start-a-business-kuncinya-di-sini/</link>
		<comments>http://majalahinovasi.com/how-to-start-a-business-kuncinya-di-sini/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Mar 2013 11:19:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[memulai bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[mulai bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pbs]]></category>
		<category><![CDATA[seminar entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[tasikmalaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahinovasi.com/?p=863</guid>
		<description><![CDATA[Tasikmalaya,Majalahinovasi.com &#8211; Parahyangan Business Society (PBS) bekerja sama dengan Management Student Organization Universitas Siliwangi (MSO UNSIL) menggelar acara Seminar Sehari &#8220;How to Start a Business?&#8221; di Gedung Rektorat Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, Sabtu, 2 Maret 2013. Acara ini menghadirkan empat pembiacara, yaitu Panji Prabowo, Faris Nurfauzi, Dimas Sandy Yuditya, dan Aldila Dipamela. Panji, pendiri Sekolah Pengusaha [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://majalahinovasi.com/wp-content/uploads/2013/03/seminar-entrepreneurship.jpg"><img class="alignleft  wp-image-866" alt="seminar entrepreneurship" src="http://majalahinovasi.com/wp-content/uploads/2013/03/seminar-entrepreneurship.jpg" width="242" height="346" /></a>Tasikmalaya,Majalahinovasi.com &#8211; <strong>Parahyangan Business Society (PBS)</strong> bekerja sama dengan <strong>Management Student Organization Universitas Siliwangi (MSO UNSIL)</strong> menggelar acara <strong>Seminar Sehari &#8220;How to Start a Business?&#8221;</strong> di Gedung Rektorat Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, Sabtu, 2 Maret 2013. Acara ini menghadirkan empat pembiacara, yaitu Panji Prabowo, Faris Nurfauzi, Dimas Sandy Yuditya, dan Aldila Dipamela.</p>
<p style="text-align: justify;">Panji, pendiri <strong>Sekolah Pengusaha Muda Indonesia</strong> dan <strong>Majalah Inovasi</strong> menjelaskan tentang bagaimana cara praktis memulai usaha dalam bidang jasa. &#8220;Mulailah dari apa yang kita bisa, jangan berpikir susah, jangan berpikir awal-awal sudah perlu modal,&#8221; jelasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sedangkan Faris mengungkapkan bagaimana strategi bisnis di bidang manufaktur dan <em>emotional marketing</em>. Selain itu <em>Owner</em> sekaligus Direktur <strong>Ocean Fresh</strong> ini juga mengajak para peserta untuk tidak lupa melakukan pemberdayaan masyarakat dalam setiap bisnis yang dijalankan. &#8220;Dengan comdev (<em>Community Development</em>) bisnis kita berkembang sekaligus mengembangkan masyarakat,&#8221; katanya.<span id="more-863"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Juga dalam kesempatan kali ini, Dimas yang merupakan <em>senior intermediator</em> dari <strong>Business Innovation Center (BIC)</strong> menyampaikan tentang pentingnya inovasi. &#8220;Inovasi itu penting, karena memberi nilai tambah positif. Ikan yang tadinya dibuang karena tidak berharga, bisa dihargai hingga 750 dollar,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pembicara terakhir sekaligus satu-satunya pembicara wanita, Aldila mengungkapkan pengalaman pribadinya yang menjalankan bisnis <strong>Ryla-Shop</strong> semenjak SMA. &#8220;Di awal Dila mengerjakan semuanya sendiri, tapi kini sudah punya 91 reseller di Indonesia, bahkan penjualan kini sampai Itali,&#8221; ungkapnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketua PBS Gelar Satria saat membuka acara ini mengungkapkan bahwa seminar ini digelar untuk memberi inspirasi pada mahasiswa khususnya dan masyarakat tasikmalaya umumnya tentang <em>entrepreneurship</em>. &#8220;How to start a business? Kuncinya di sini. karena itu kami mengundang pembicara-pembicara muda, agar peserta dapat aktif dan belajar langsung dari mereka dan menjadi wirausahawan yang SMART,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Di akhir acara, peserta dikagetkan dengan adanya <em>Mysterious Guest</em> yang tidak kalah menginspirasi yaitu Mega Rahayu, Mahasiswa Master yang kuliah di Jerman dan sedang merintis bisnis ekspor-impor. Acara ini dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri dari Mahasiswa, Dosen, Pengusaha Muda, dan Masyarakat Umum. (NRK/PP)</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>bisnis inovasi center</li><li>dimas sandy yuditya</li><li>how to open majalah com my</li><li>majalah(pbs)</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahinovasi.com/how-to-start-a-business-kuncinya-di-sini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Frank Criticism</title>
		<link>http://majalahinovasi.com/frank-criticism/</link>
		<comments>http://majalahinovasi.com/frank-criticism/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Mar 2013 16:04:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-Lain]]></category>
		<category><![CDATA[CakrawaleD]]></category>
		<category><![CDATA[frank criticism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://majalahinovasi.com/?p=871</guid>
		<description><![CDATA[Seorang penulis novel meradang. “Saya tersinggung dengan Twitter. Dan tidak akan penah menggunakannya,” katanya. Lho, kok bisa? “Saya dikatain bodoh karena nulis lebih dari 140 karakter!” jelas penulis yang kalau ngomong seperti orang mendongeng itu. Saya tersenyum ketika mendengar keluhan itu. Keluhan yang wajar, setelah menerima kritik yang wajar. Wajar? Ya, karena saat ini kita [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://majalahinovasi.com/wp-content/uploads/2013/03/toa.jpg" target="_blank"><img class="alignleft size-full wp-image-872" style="margin: 5px;" alt="toa" src="http://majalahinovasi.com/wp-content/uploads/2013/03/toa.jpg" width="330" height="228" /></a> Seorang penulis novel meradang. “Saya tersinggung dengan Twitter. Dan tidak akan penah menggunakannya,” katanya. <i>Lho,</i> kok bisa? “Saya dikatain bodoh karena nulis lebih dari 140 karakter!” jelas penulis yang kalau ngomong seperti orang mendongeng itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tersenyum ketika mendengar keluhan itu. Keluhan yang wajar, setelah menerima kritik yang wajar. Wajar? Ya, karena saat ini kita hidup di dunia yang makin sibuk. Arus informasi menerjang begitu deras. Orang-orang selalu mengeluh kekurangan waktu. Andai ada bisnis jual-beli waktu, mungkin itulah bisnis paling laris-manis.</p>
<p style="text-align: justify;">Di jaman yang begitu cepat seperti ini, masihkah ada waktu untuk berlambat-lambat mengoreksi pekerjaan orang lain? Masihkan ada waktu untuk bermanis-manis memberi tahu kesalahan orang lain?<span id="more-871"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Jawabnya tentu saja “Masih”. Tapi mengingat kondisi serba-kurang-waktu seperti saat ini, tentu harus ada pemakluman ketika pemberi kritik menjawab dengan “Tidak!”.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka kemudian lahirlah istilah “frank criticism”. Kritikan yang jujur tanpa tedeng aling-aling. Langsung menuju pusat sasaran. Menembak inti permasalahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini seperti yang dilakukan Twitter di awal kemunculannya. Kalau <i>tweet</i> Anda melebihi 140 karakter, maka Anda akan dapat peringatan. <i>You’ll have to be more clever</i>, itu isinya. Memang, sih, tidak ada kata “stupid” atau “bodoh”. Tapi “more clever” itu, kan, sepintas seperti menunjukkan kalau penggunanya kurang cerdas.</p>
<p style="text-align: justify;">Salahkah Twitter menggunakan <i>frank criticism</i>? Mengingat beberapa ciri yang menandakan bahwa Twitter selalu ingin cepat, hal itu wajar saja. Bahkan, sekarang Twitter tidak menggunakan kata-kata peringatan kalau tweet Anda melebihi 140 karakter. Lalu? Twitter diam saja. Tapi <i>button</i> untuk nge-<i>tweet</i> jadi tidak aktif.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, jangan-jangan, pendiaman &#8212; seperti yang dicontohkan oleh Twitter, merupakan bentuk paling dasar dari <i>frank criticism</i>? Bisa jadi. Tapi secara logika kita semua bisa sepakat bahwa cara itu sangat efektif.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, ditinjau dari tujuan melakukan kritik, <i>frank criticism</i> jelas efektif dalam hal penyampaian pesan pokok. Malah sering kali membuat orang yang menerimanya jadi reaktif. Ya, kritik jenis ini memang tidak enak diterima. Tapi jangan keburu alergi dulu. Kalau suatu waktu Anda mendapat kritik jenis ini, fokuslah pada isi kritiknya. Kalau isi kritik itu membangun, maka gunakan untuk perbaikan. Kalau tidak? Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan.</p>
<p style="text-align: right;"><em>Dedi Setiawan</em></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>inovasi admin</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://majalahinovasi.com/frank-criticism/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 3.469 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2013-05-25 20:18:40 -->
