Tag Archives: rudal

UCAV : Masa Depan Pesawat Tempur? (II)

Teknologi UCAV sendiri ternyata mampu mereduksi biaya total dari penggunaan rudal jelajah. Spesifikasi paling umum untuk UCAV adalah kendaraan dengan biaya di bawah $15 juta yang dapat mengirimkan 2 munisi berbobot sekitar 1000 lb (453 kg) dengan keandalan yang sama seperti 2 rudal jelajah yang memiliki muatan 1000 lb. Harga peluncuran dari sebuah rudal jelajah berkisar di harga $750.000.

Namun, apabila kita mengasumsikan harga sebuah UCAV semahal-mahalnya adalah $15 juta, maka itu pun masih dikategorikan lebih murah daripada rudal penjelajah. Alasan pertama karena UCAV dapat digunakan berkali-kali. Tidak seperti rudal yang harus dikorbankan seluruhnya dalam sekali misi.

UCAV juga dapat sekaligus mengangkut sensor, radar, dan peralatan elektronik lain yang dapat digunakan sebagai misi pengintaian. Rudal jelajah pun kadang tidak mampu menjangkau target yang terlindungi secara geografis, atau juga tidak bisa mengganti target yang tiba-tiba muncul setelah program terkunci. Disinilah letak kelebihan lain dari UCAV, ia memiliki kebebasan yang lebih baik dalam operasi melebihi rudal jelajah dengan disertai kombinasi kehandalan dari pesawat tempur berawak.

Pada pesawat tempur biasa, 40% dari berat dan volumnya digunakan untuk kepentingan awaknya. Dengan menghilangkan kanopi, kursi pelontar, sistem pengatur tekanan dan oksigen,  serta layar-layar dan peralatan kendali, berat dari UCAV ini dapat dikurangi hingga mampu mengangkut lebih banyak lagi muatan senjata yang berbobot 2000 lb hingga mencapai 8000 lb. Para enjinir berharap bahwa dengan pengurangan beban ini bisa digunakan teknologi non hidrolik dan digantikan dengan aktuator elektrik.

 
Manuver yang dapat dilakukan oleh UCAV juga jauh melebihi pesawat berawak biasa. Pilot biasanya sudah akan kehilangan kesadaran jika manuver dilakukan -3G atau +10G. Manusia juga akan cepat merasa lelah dengan manuver yang berulang-ulang. Dengan menghilangkan aspek manusia dari dalam UCAV, maka tinggal aspek permesinan yang harus diperhatikan kerena manuver yang sangat tinggi dapat menyebabkan turbin berhenti berputar dan mengalami kegagalan.  Namun demikian, rekayasa terhadap struktur pesawat dan komponen mekanik bisa dilakukan agar UCAV tetap mampu beroperasi dengan baik pada manuver lebih dari 20 G.Mengganti tabung hidrolik dan pompa dengan kabel-kabel listrik bisa mengurangi berat lebih banyak lagi sehingga keandalan dan kemudahan pemeliharaannya juga meningkat. Baik kemampuannya untuk menjadi pesawat siluman maupun perbaikan aerodinamika turut pula dapat ditingkatkan dengan menghilangkan kanopi dan komponen stabilizer vertikal yang lazimnya ada di kerangka pesawat berawak.

Demikianlah beberapa keuntungan yang bisa diperoleh dari penggunaan UCAV dibandingkan dengan rudal jelajah maupun pesawat tempur biasa untuk operasi militer. Nampaknya Indonesia pun sudah harus mulai melirik teknologi ini. (SAR)

p5rn7vb